Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan hafalan peserta didik pada mata pelajaran Al-Qur'an Hadits di MAS Pakpak Bharat. Proses pembelajaran yang masih didominasi metode ceramah dan hafalan konvensional menyebabkan peserta didik kurang aktif, mudah merasa bosan, serta mengalami kesulitan dalam mengingat dan memahami kandungan Hadits. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode pembelajaran yang lebih inovatif, menarik, dan mampu meningkatkan kemampuan hafalan peserta didik, yaitu melalui penerapan metode Mind Mapping.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode Mind Mapping dalam meningkatkan hafalan peserta didik pada mata pelajaran Al-Qur'an Hadits di kelas XI MAS Pakpak Bharat. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang meliputi empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek penelitian sebanyak 26 peserta didik kelas XI. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes hafalan, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Mind Mapping mampu meningkatkan kemampuan hafalan peserta didik pada mata pelajaran AlQur'an Hadits. Peningkatan terlihat dari meningkatnya aktivitas belajar peserta didik, keterlibatan dalam proses pembelajaran, kemampuan mengingat lafaz Hadits, memahami makna, serta menghubungkan kandungan Hadits dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, suasana pembelajaran menjadi lebih aktif, kreatif, dan menyenangkan sehingga motivasi belajar peserta didik juga meningkat. Berdasarkan hasil tindakan yang dilaksanakan pada setiap siklus, indikator keberhasilan penelitian dapat tercapai sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Mind Mapping efektif dalam meningkatkan hafalan peserta didik pada mata pelajaran AlQur'an Hadits di kelas XI MAS Pakpak Bharat.